11/11/11

Prioritas Hidup

Suatu hari di kelas filsafat . . .

Seorang profesor mengambil toples kosong dan mengisinya dengan bola-bola golf. 
Kemudian dia berkata kepada murid-muridnya, “Apakah toples ini sudah penuh ?”
“Ya!”, kata murid-murid.
Kemudian dia menuangkan batu koral ke dalam toples lalu mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral itu kemudian berjatuhan dan mengisi tempat yg kosong di antara bola-bola golf.
Kemudian dia bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah toples sudah penuh ?”
“Yaa!”, kata murid-murid.
Selanjutnya dia menabur pasir ke dalam toples. Tentu saja pasir itu menutupi semuanya. Profesor sekali lagi bertanya “Apakah toplesnya sudah penuh ?”
Para murid berkata, "Yaaa!".
Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples, yang secara efektif langsung mengisi ruang kosong di antara pasir. 
Para murid tertawa, “Hahaha..”.
Profesor itu beranjak, "Sekarang, saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu."
"Bola-bola golf adalah utk hal-hal yg penting; Tuhan, keluarga, anak-anak, dan kesehatanmu.”
"Jika yg lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu koral adalah utk hal-hal lain, seperti pekerjaan dan hartamu." 
"Dan pasir adalah utk hal-hal yg sepele, seperti akun facebook-mu dengan ribuan teman yang tidak kamu kenal dan banyaknya cendolmu yang tidak bisa kamu minum."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples, maka tidak akan tersisa ruangan utk bola-bola golf ataupun batu-batu koral.”
“Hal yg sama akan terjadi dalam hidupmu.."
"Jika kalian menghabiskan energi utk hal-hal yg sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang utk hal-hal yg penting buat kalian." 
"Jadi, beri perhatian lebih utk hal-hal yg penting bagi kebahagiaanmu.
"Bermainlah dgn anak-anakmu."
"Luangkan waktu untuk berolahraga."
"Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam." 
"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf.”
“Hal-hal yg benar-benar penting. Atur prioritasmu.”
“Baru yg terakhir, urus pasirnya.” 
"Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa pak?”
Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya." 
"Itu utk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, selalu ada tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat".



Salam, secangkir semangat untuk Indonesia... #bukanpromosi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar